Tuesday , July 21 2026
Dari Ruang Kelas Universitas Pertamina ke Panggung Industri Energi Global

Dari Ruang Kelas Universitas Pertamina ke Panggung Industri Energi Global

Peta industri energi dunia sedang bergeser ke arah yang lebih hijau, dan pergeseran itu membuka pintu karier baru yang lebar bagi generasi muda. Bauran energi terbarukan diproyeksikan tumbuh pesat hingga 2050, dengan estimasi 42 juta lapangan kerja baru yang akan tercipta di sektor tersebut. Pergeseran besar ini menuntut hadirnya talenta yang tidak hanya mumpuni secara teknis, tetapi juga gesit beradaptasi dengan teknologi mutakhir dan ritme kerja lintas budaya.

Ramadhini Putri Jofansa merasakan langsung bagaimana peluang tersebut bisa digenggam. Alumni Teknik Mesin Universitas Pertamina yang kerap disapa Dhini kini menjabat sebagai Associate Technical Professional di divisi Testing and Subsea Halliburton, perusahaan jasa energi multinasional yang beroperasi di berbagai belahan dunia. Setiap hari, Dhini terbiasa berkolaborasi dengan rekan kerja lintas negara, sebuah dinamika yang menuntutnya terus mengasah kepekaan budaya sekaligus kematangan profesional. Karier semacam ini memang menawarkan jenjang dan penghasilan yang menggiurkan, namun perjalanan menuju ke sana bukan tanpa persiapan panjang. Dari pengalaman itulah, Dhini menitipkan beberapa pelajaran berharga bagi anak muda yang ingin menapaki jalur karier serupa.

Kuasai Bahasa, Buka Gerbang Dunia

Dhini memandang kemampuan berbahasa Inggris sebagai syarat mendasar, bukan sekadar poin tambahan di resume, bagi siapa pun yang bercita-cita berkarier di panggung global. Penguasaan bahasa asing lain di luar bahasa Inggris turut memperlebar peluang serta melancarkan kerja sama dengan kolega dari berbagai negara. Menurutnya, mempelajari sebuah bahasa pada dasarnya sama dengan mempelajari cara pandang dan kebiasaan masyarakat yang menuturkannya. Pemahaman semacam itulah yang pada akhirnya membentuk sikap terbuka terhadap perbedaan dan mempermudah proses beradaptasi ketika bekerja bersama orang-orang lintas latar belakang.

Rasa Ingin Tahu yang Tak Pernah Padam

Perjalanan karier di Halliburton mengajarkan Dhini bahwa industri energi bergerak dengan kecepatan yang tidak pernah benar-benar berhenti. Teknologi baru bermunculan, metode kerja terus diperbarui, dan tantangan lapangan datang silih berganti tanpa jeda. Kondisi seperti itu menuntut lebih dari sekadar kompetensi teknis, sebab rasa ingin tahu dan semangat belajar sepanjang waktu menjadi bekal yang sama pentingnya. Baginya, kepuasan yang cepat datang justru berisiko membuat seseorang tertinggal, sehingga sikap rendah hati untuk terus mempelajari hal baru menjadi kunci bertahan. Setiap perubahan yang muncul di depan mata pun dipandangnya bukan sebagai hambatan, melainkan celah untuk tumbuh lebih jauh.

Profesionalisme yang Ditempa Jauh Sebelum Memasuki Dunia Kerja

Bagi Dhini, kesiapan menghadapi lingkungan kerja multinasional semestinya sudah dirintis sejak masa kuliah, lewat rangkaian proyek, kerja sama tim, dan pengalaman magang yang nyata. Bekal semacam itu ia kumpulkan sedikit demi sedikit selama menempuh pendidikan di Universitas Pertamina, ditambah pengalaman magang selama dua tahun sebagai Mechanical Engineer di PT Pertamina Hulu Rokan (PHR). Deretan proyek, presentasi, dan diskusi kelompok yang dilalui selama masa kuliah turut mempertajam kemampuan komunikasi, kemampuan memecahkan masalah, serta kerja sama tim yang kini menjadi modal utamanya di dunia kerja. Pengalaman magang kemudian melengkapi gambaran itu dengan memperkenalkan realitas industri secara langsung, sekaligus menanamkan pemahaman tentang tanggung jawab dan etika kerja profesional.

Kurikulum yang Dirancang Selaras dengan Denyut Industri Energi

Pjs. Rektor Universitas Pertamina, Prof. Dr. techn. Djoko Triyono, M.Si., menegaskan bahwa kebutuhan akan talenta terampil di sektor energi harus dijawab melalui proses belajar yang benar-benar menjembatani ilmu di ruang kelas dengan tuntutan nyata di lapangan industri. Ia memaparkan bahwa Universitas Pertamina merancang kurikulum yang selaras dengan kebutuhan industri energi, menghadirkan pembelajaran berbasis proyek, serta membuka akses magang di ekosistem industri energi melalui Career Development Center (CDC) UPER. Melalui berbagai pengalaman tersebut, mahasiswa didorong tidak hanya memperkuat kompetensi teknis, tetapi juga mengasah kemampuan menyelesaikan masalah, bekerja sama dalam tim, dan menyesuaikan diri dengan lingkungan kerja profesional yang terus berubah. Bekal itu diharapkan mengantarkan lulusan Universitas Pertamina menjadi sosok yang adaptif dan siap berkontribusi, baik di perusahaan nasional maupun multinasional.

Perjalanan Dhini menunjukkan bahwa karier gemilang di perusahaan energi kelas dunia bukan hasil kebetulan, melainkan buah dari perpaduan pendidikan yang relevan, semangat belajar yang konsisten, dan keberanian untuk terus melangkah keluar dari zona nyaman. Bagi generasi muda yang ingin merintis jalur serupa, langkah awal bisa dimulai dengan memilih lingkungan belajar yang benar-benar memahami arah industri energi masa depan. Saatnya melangkah lebih dekat menuju karier impian di industri energi global lewat Pendaftaran Universitas Pertamina.