adplus-dvertising
Friday , December 2 2022
Mengenal Marginal Revenue dalam Dunia Startup

Mengenal Marginal Revenue dalam Dunia Startup

Memulai sebuah bisnis startup bukanlah pekerjaan yang mudah. Begitu banyak hal yang harus dilakukan dengan sumber daya yang mungkin terbatas. Masaal menjalankan startup memang sangat berat. Bagaimana pun juga, revenue (pendapatan) yang dihasilkan perlu dilacak dan dikelola dengan baik.

Di sinilah marginal revenue (MR) sangat berguna dalam untuk membantu Anda guna memahami terjadinya peningkatan pendapatan sebuah startup.

Mengenal Marginal Revenue

Sederhananya, marginal revenue adalah peningkatan pendapatan bisnis yang berasal dari hasil penjualan sebuah unit tambahan. Di mana dengan semakin naik tingkat output-nya, maka hasilnya justru akan akan semakin berkurang.

Dengan menghitung marginal revenue, maka hal itu akan menunjukkan bagaimana penjualan total pada sebuah bisnis akan berubah, jika terjadi perubahan dalam jumlah produk yang terjual. Maka dari itu, marginal revenue ini dapat dijadikan sebuah alat guna mengetahui peningkatan pendapatan bisnis secara lebih jelas.

Marginal Revenue dalam Bisnis Startup

Terdapat beragam kasus dalam menerapkan marginal revenue dalam bisnis startup. Di antaranya dengan membandingkan output dan pendapatan. Apabila marginal revenue per unit produk berada di bawah biaya marjinal, maka produksi unit tersebut umumnya akan dihentikan dan dilakukan analisis yang mendalam.

Lebih dari itu, marginal revenue atau pendapatan marjinal juga dapat dipakai guna membantu pelaku bisnis startup dalam pengelolaan biaya produksi serta menetapkan harga produk atau layanan yang tepat. Dengan demikian, biaya produksi bisa dijaga, serta Anda pun nantinya dapat menetapkan harga produk atau layanan yang tepat.

Cara Menghitung Marginal Revenue

Ada beberapa tahapan dalam menghitung marginal revenue, di antaranya adalah sebagai berikut.

1. Menghitung Total Pendapatan

Langkah pertama yang bisa Anda lakukan dalam memperhitungkan angka marginal revenue adalah dengan menghitung total pendapatan. Dalam hal ini, Anda dapat menggunakan rumus berikut:

Harga Saat Ini x Penjualan Saat Ini

Contoh kasus, harga produk Anda saat ini adalah Rp 20.000 dan total produk yang berhasil Anda jual adalah sebanyak 1000 unit. Maka total pendapatannya yang Anda peroleh adalah Rp 20.000 x 1.000 unit = Rp 20.000.000.

2. Menganalisis Pasar

Langkah yang kedua adalah menganailisis pasar. Adapun analisis pasar ini sendiri bertujuan untuk mendapatkan wawasan terkait harga alternatif yang lebih rendah, beserta dengan jumlah produk yang terjual di harga tersebut. Maka dari itu, analisis pasar ini juga dapat dilakukan dengan cara mengamati harga yang ditawarkan oleh pesaing atau kompetitor bisnis Anda.

3. Menghitung Pendapatan Alternatif

Langkah selanjutnya adalah menghitung pendapatan alternatif. Hal ini bisa Anda lakukan setelahAnda  mendapatkan harga alternatif serta jumlah alternatif produk yang terjual.

Untuk menghitung pendapatan alternatif ini, Anda bisa menggunakan rumus perhitungan berikut ini:

Harga Alternatif x Penjualan Alternatif

Misalnya saja, jika harga alternatif setiap produknya Rp 14.000 dan jumlah alternatif produk yang terjual sejumlah 2.000 unit. Maka total pendapatan alternatif bisnis Anda adalah Rp 14.000 x 2.000 unit = Rp 28.000.000.

4. Menghitung Biaya Marginal

Setelah Anda memiliki data pendapatan total serta pendapatan alternatif, maka Anda sekarang dapat menghitung marginal revenue. Adapun rumus perhitungan untuk marginal revenue adalah sebagai berikut:

(Pendapatan Alternatif – Pendapatan Total) / (Penjualan Alternatif – Penjualan Saat Ini)

Sehingga pada kasus di atas, maka perhitungan marginal revenue arginalnya adalah sebagai berikut:

(Rp 28.000.000 – Rp 20.000.000) / (2000 – 1000) = 8.000

Dengan demikian akan didapatkan angka 8.000 yang sebagai perubahan pendapatan untuk setiap produk tambahan yang dijual.

Melalui marginal revenue, sebuah startup dapat mengetahui perubahan pendapatan dari waktu ke waktu. Dengan demikian, Anda sebagai pelaku bisnis startup dapat mengetahui denagn jelas, apakah bisnis yang Anda jalankan terus berkembang atau justru sebaliknya bisnis Anda mengalami penurunan.